Berkebun Menjadi Tren Ditengah Pandemi

admin Uncategorized Comments

Pasca pendemi COVID-19 membuat beberapa masyarakat mungkin tidak bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Himbauan pemerintah yang menganjurkan masyarkat untuk menghabiskan banyak waktu dirumah membuat beberapa dari mereka melakukan kebiasan baru yang salah satunya adalah berkebun.

Berkebun adalah salah satu kegiatan yang mungkin bisa dilakukan oleh setiap orang terutama bagi mereka yang sudah memiliki lahan. Lalu bagaiman dengan orang yang tidak memiliki lahan atau minim lahan? Saat ini mungkin ada beberapa cara untuk bercocok tanam atau tanpa memerlukan lahan yang luas.

Urban Farming adalah salah satu tren yang sangat diminati dalam beberapa tahun ini terumatama di masyarakat kota kota besar. Awalnya, konsep berkebun di lahan terbatas ini hanyalah sebatas inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan yang bergerak secara mandiri. Kemudian, urban farming pun berkembang secara masif menjelma menjadi tren gaya hidup urban.

Penurunan kualitas hidup yang dialami oleh masyarakat kota juga dapat kembali ditingkatkan lewat aktivitas berkebun di rumah yang menyegarkan pikiran. Namun apabila dilihat dalam jangkauan yang lebih luas, urban farming memiliki dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup masyarakat perkotaan. Sejumlah penelitian pun menyebutkan bahwa urban farming dapat menjadi konsep pertanian ideal di masa depan.

Jika terus dikembangkan, urban farming dapat diproyeksikan untuk mencukupi ketersediaan bahan makanan dan memperkuat ketahanan pangan kota itu sendiri. Selain mendekatkan diri sendiri dengan alam, urban farming juga dapat merekatkan hubungan sosial antara para penggiatnya. Saat urban farming diterapkan dalam lingkungan bertetangga, urban farming dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat kota.